Sabtu, 15 Februari 2014

Enyahlah dari pada-Ku !

(ngeri coyyy.... )

Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Mat 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ayat 21-23 menggambarkan peringatan keras dari Tuhan Yesus, bahwa bukan orang Kristen yang hanya pandai merayu Tuhan dengan kata pujian atau seruan-seruan yang terlihat rohani yang akan masuk ke dalam Sorga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa. Bukan pula orang yang memiliki "casing luar" terlihat rohani yang akan masuk ke Sorga, melainkan mereka yang memiliki "isi" atau memiliki manusia batiniah yang bukanlah seorang pembuat kejahatan (Ayat 23).

Jadi menurut Yesus ada dua ciri utama dari orang-orang yang tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga:

1. Mereka yang tidak melakukan kehendak Bapa
2. Mereka yang tergolong sebagai pembuat kejahatan

Dua hal ini adalah sinonim. Tidak melakukan kehendak Bapa merupakan suatu kejahatan besar di mata Tuhan Yesus. Inilah orang-orang yang menjadi seteru salib Kristus. Perlu diketahui bahwa seteru salib bukanlah mereka orang yang tidak percaya, melainkan orang yang percaya namun kemudian menolak untuk memikul salib dan menyangkal diri serta mengikuti Yesus dalam kemurnian. Kesudahan mereka adalah kebinasaan karena Tuhan mereka adalah perut mereka dan pikiran mereka tertuju semata-mata pada perkara duniawi; singkat kata mereka menolak FASILITAS ANUGERAH yang seharusnya dikerjakan, dikembangkan dan dihidupi seumur hidup mereka.

Fil 3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
Fil 3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Fil 3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
-----------------------------------------------

Statemen Yesus di dalam Mat 7:21-23 diatas masih termasuk dalam satu rangkaian kotbah di atas bukit. Inti dari peringatan Yesus itu memiliki makna yang sama dan sejajar dengan pernyataan-Nya sebelumnya di ayat 13 dan 14, dalam pasal yang sama :

Mat 7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Dari Matius 7:13-14 ini seharusnya kita sudah bisa mengetahui maknanya dengan jelas. Panggilan Yesus agar kita "masuk" ke dalam pintu yang sempit itu berlaku bagi semua orang yang mengaku percaya kepada-Nya, tanpa pandang bulu. Tidak ada jalan lain untuk mencapai kehidupan sejati, selain memasuki pintu yang sempit tersebut. Memilih mengikut Yesus dengan memasuki pintu yang lebar sama saja dengan bunuh diri karena hanya akan menjumpai kebinasaan di ujungnya. Dan sedihnya, Yesus menubuatkan bahwa justru di akhir zaman banyak orang yang memasuki pintu lebar ini.

Banyak dari orang yang "dipanggil" untuk percaya atau mengaku percaya mulai memasuki pintu sempit tersebut namun kemudian oleh berjalannya waktu mereka mulai undur satu persatu karena pintu terlalu sempit, sehingga mereka tidak mau masuk ke dalam yang pintu sempit tersebut, memilih meletakkan salib mereka, menolak menyangkal diri lebih jauh dan yang paling buruk mereka malah berpaling memilih pintu yang lebar / jalan yang mudah untuk mengikut Yesus. Tragisnya setelah mereka memasuki pintu lebar tersebut bukannya Yesus yang asli yang mereka jumpai tetapi Yesus yang palsu atau Yesus rekaan pikiran mereka sendiri, sehingga bukannya kehidupan yang mereka jumpai, melainkan kebinasaan. Jikalau tidak demikian tentu Yesus yang asli - sebagaimana tertulis di Alkitab - tidak akan mengatakan seperti ini :

Mat_10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Luk_9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Luk_14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Mat_22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
Wah_17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."
Mengikut Yesus adalah jalan yang terjal, sulit, penuh lorong, lubang atau rintangan. Belum lagi semua itu harus dikerjakan sambil memikul salib setiap hari dan menurut Yesus hanya ada sedikit orang saja yang bersedia melakukannya. Namun jika kita mau bertekun menyusuri lorong gelap dan berdebu sambil memikul salib kita sendiri, maka tidak ada yang mustahil bagi Allah, Ia akan memikul kuk tersebut bersama-sama/berdua dengan kita, sampai akhir.

Dalam Mat 7:22 Yesus secara langsung menunjuk bahwa di akhir zaman akan ada banyak orang yang berseru Tuhan Tuhan atau berpenampilan rohani dengan nubuat-nubuat, mengusir setan dan melakukan mujizat - dengan meminjam nama Yesus, namun sebenarnya mereka sedang memakai nama Yesus untuk tujuan mereka sendiri, membangun kerajaan mereka sendiri atau memuaskan keinginan serta agenda mereka sendiri. Dengan setiap mata tertuju dan terkagum-kagum kepada sosok yang terlihat hebat dan seolah-olah berkelas VIP di mata Allah ini membuatnya semakin meyakini bahwa Allah berkenan atas semua yang ia lakukan -padahal sebenarnya tidak.

PERHATIKAN INI: Tidak ada yang salah dengan bernubuat, mengusir setan dan melakukan mujizat dalam nama Tuhan Yesus. Masalahnya adalah apakah kita melakukannya secara PROPORSIONAL? Atau lebih sederhana lagi: Apakah kita melakukannya benar-benar berdasar KOMANDO / KEHENDAK BAPA DI SORGA ???

Mat 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Pembuat kejahatan dalam bahasa Yunani adalah "anomia" yang artinya "tidak berhukum". Jika dalam Perjanjian Lama tidak berhukum berarti tidak melakukan Taurat, karena Taurat adalah hukumnya, maka dalam Perjanjian Baru "tidak berhukum" berarti tidak mengikuti komando Tuhan, karena hukumnya bukanlah Taurat, syariat atau peraturan melainkan pribadi Tuhan sendiri. Berarti "tidak berhukum" berarti tidak mengikuti komando Tuhan atau bergerak sesuai kemauan dan pengertiannya sendiri.

Perkataan Yesus "aku tidak pernah mengenal kamu", disini kata "mengenal" adalah "ginosko" yang berarti mengenal melalui pengalaman hidup / knowing by experiencing, bukan hanya pengetahuan akali / teori mengenai Tuhan. Hal ini berarti kita harus bisa menjadi pribadi yang bisa dinikmati Tuhan, bisa menyenangkan Tuhan, bisa "dirasakan" Tuhan, memiliki keakraban pergaulan setiap hari yang amat sangat intens dengan Bapa di Sorga. Namun hal ini tidak akan pernah terwujud apabila wajah batinah kita masih "amburadul" sehingga ketika Tuhan melihat pribadi dan karakter kita sebenarnya merasa "NEG" sehingga Ia tidak bisa menikmati kita, karena kita tidak seperti Anak-Nya. Lagipula, bukankah kita diciptakan dan ditebus untuk bisa dinikmati oleh-Nya?

Para "pelayan" kelas VIP tersebut sangat aktif dalam aktivitas-aktivitas bernubuat, mengusir setan dan melakukan mujizat atau kegiatan agamawinya sehingga saking aktifnya tanpa sadar sudah membangun kerajaan sendiri, brand image sendiri atau kemuliaan sendiri. Issue memikul salib setiap hari dan menyangkal diri agar dianggap layak menjadi murid Yesus pun akhirnya tidak begitu menarik baginya karena pikirnya itu untuk golongan orang Kristen tertentu saja - kecuali dirinya tentu saja.

Mengapa baru di penghakiman terakhir Yesus baru mau berterus terang memberitahukan kekeliruan atau kesesatan mereka? Saya tidak tahu. Namun mungkin juga sekarang Yesus sudah menegor melalui Roh Kudus namun tidak juga mereka dengar karena sudah terlanjur silau dengan pujian dan tepuk tangan dan karena telah merasa menjadi pelayan Tuhan yang "VIP" yang "setengah malaikat" yang hampir-hampir semua perkataannya pasti benar dan harus diikuti.
============================

Mat 3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Mat 13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
Mat 13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
Mat 13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
Mat 13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Ini sama, sejajar dan paralel dengan perikop-perikop sebelumnya. Rupa-rupanya Tuhan sengaja membiarkan atraksi-atraksi spiritualnya terus berlangsung karena BAGAIMANAPUN JUGA INJIL HARUS TETAP BISA DIBERITAKAN MELALUI MEREKA, SEHINGGA TUHAN MENGIJINKAN MEREKA BISA BERNUBUAT, MENGUSIR SETAN DAN MELAKUKAN MUJIZAT, HAL ITU MENJADI TANDA YANG MENYERTAI PEMBERITAAN INJIL ITU - BUKAN TANDA yang menjadi PENGESAHAN kedewasaan rohani mereka atau PERKENANAN Bapa atas diri pribadi mereka !

Fil 1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
Fil 1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
Fil 1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
Fil 1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
==========================

Melalui Matius 7:21-23 diatas, kita diminta Tuhan untuk menjadi pelaku kehendak Bapa di Surga.
Hal ini mustahil dilakukan jikalau kita tidak terlebih dahulu mengerti kehendak Bapa/komando Bapa.

Dan tak mungkin kita bisa mengerti kehendak Bapa jikalau kita tidak terlebih dulu memiliki pikiran dan perasaan Kristus (wajah batiniah yang menyukakan dan bisa dinikmati oleh Bapa di Surga).

Rom 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Dan tak mungkin kita bisa memiliki pikiran dan perasaan Kristus tersebut (wajah batiniah/keserupaan dengan Kristus) kalau kita tidak pernah membaca dan menggumuli KEBENARAN/Firman Tuhan serta memperkarakan / menerapkan KEBENARAN itu secara INTENS dan SERIUS di dalam setiap jam dan setiap menitnya, setiap hari >> memikul salib dan menyangkal diri lalu mengikut jejak Tuhan Yesus Kristus.

Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah (Yun: Metamorfosis) oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Essay ini bisa saya pastikan bukan berlandaskan pada kepahitan atau iri hati, namun berdasarkan keprihatinan yang mendalam atas fenomena-fenomena yang ada. Lagipula apanya Saudara pikir saya ingini dari mereka? Karena salah-salah saya malah bisa terjebak sendiri, terjerembab dalam lubang kebinasaan. Ini hanyalah kupasan yang jujur, sejujur-jujurnya dari Kitab Suci, serta murni, semurni-murninya dari perkataan Yesus sendiri, tanpa tendensi memihak atau mendiskreditkan golongan pelayan Tuhan tertentu. Kebenaran akan selalu menyakitkan bila diungkap, namun itu akan menyembuhkan dan membebaskan, kalau saja kita bersedia dikoreksi oleh perkataan Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan memberkati!
Baca Selengkapnya...

Senin, 10 Februari 2014

Belajar taat sampai finish

(Ibr 5:7-9; 1 Yoh 2:6; 1 Pet 2:21; Yoh 3:36)

Ibr 5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena KESALEHAN-NYA Ia telah didengarkan. Ibr 5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah BELAJAR menjadi TAAT dari apa yang telah diderita-Nya, Ibr 5:9 dan sesudah Ia mencapai KESEMPURNAAN-NYA, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi SEMUA ORANG yang TAAT kepada-Nya,

Yesus Kristus dalam keadaan-Nya sebagai manusia telah berhasil mencapai kesempurnaan yang ditargetkan Bapa. Melalui ketaatan-Nya seumur hidup....sampai mati di atas kayu salib, Sang Anak telah berhasil mentaati kehendak Bapa, sekaligus berhasil menjadi berkenan kepada Bapa.

Melalui kesalehan Tuhan Yesus -dalam hidup-Nya sebagai manusia- maka seluruh doa, permohonan dan ratap tangis-Nya telah didengarkan Bapa di Sorga. Tidak sekalipun Bapa bersikap nepotisme / "KKN" yang asal menerima doa-permohonan-ratap-tangis Sang Anak hanya karena Dia berstatus Allah-Anak ! Tidak. Bapa tidaklah seperti preman yang tak tahu aturan, melainkan semua yang Bapa lakukan adalah sistematis dan memiliki aturan main Surgawi, sehingga Sang Anak pun harus mengerjakan kehendak Bapa sampai "FINISHED" / Selesai.

Inilah seharusnya yang menjadi pola kehidupan atau paradigma orang-orang yang mengaku pengikut Kristus, atau disebut Kristen. Kita disebut Kristen bukan karena beragama atau ber-KTP Kristen, melainkan karena kita memiliki kehidupan yang seperti Kristus. Namun masalahnya apakah memang benar kita telah memiliki kehidupan seperti Kristus? Suatu pertanyaan yang harus Anda jawab dan pertanggung-jawabkan secara pribadi kepada Tuhan Yesus dan Allah Bapa di Surga.

Untuk menggenapi kehendak Bapa, yaitu supaya Yesus menjadi pokok keselamatan abadi atas semua orang, Allah-Anak pun harus terlebih dahulu belajar TAAT melalui penderitaan-Nya sampai KETAATAN itu menjadi sempurna melalui kematian-Nya.

Setelah Yesus menyelesaikan bagian-Nya (FINISHED), sekarang tinggal bagian kita, apakah kita mau mengikuti jejak dan teladan-Nya, yaitu mentaati kehendak Bapa sampai FINISHED ???

Jikalau kita -yang mengaku percaya- tidak bersedia melakukan serta menyelesaikan kehendak Bapa sampai FINISHED, maka kelak ketika kedatangan Yesus yang kedua kali kita tidak akan diakui-Nya sebagai saudara. Waspada!

Mat 12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah SAUDARA-Ku laki-laki, dialah SAUDARA-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Mar 3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah SAUDARA-Ku laki-laki, dialah SAUDARA-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Mar_3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah SAUDARA-Ku laki-laki, dialah SAUDARA-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Luk_8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan SAUDARA-SAUDARA-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."

Yesus tidak malu menyebut kita saudara-saudari-Nya. Tetapi sebutan ini hanya Ia berikan bagi mereka yang bersedia menyelesaikan kehendak Bapa : Heb 2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka SAUDARA, Heb 2:12 kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada SAUDARA-SAUDARA-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,"

Yesus Kristus adalah SAUDARA SULUNG kita. Kita patut bersyukur jika dianggap dan dipanggil saudara oleh-Nya. Tapi sekali lagi, predikat ini hanya diberikan bagi orang-orang yang melakukan dan menyelesaikan kehendak Bapa dengan ketaatan total - seperti yang diteladankan Saudara Sulung kita tersebut :

Rom_8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang SULUNG di antara BANYAK SAUDARA. 1Co_15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai YANG SULUNG dari orang-orang yang telah meninggal. Col_1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, YANG SULUNG, lebih utama dari segala yang diciptakan, Col_1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah YANG SULUNG, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Heb_1:6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya YANG SULUNG ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

1Jn_2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia WAJIB hidup sama seperti Kristus telah hidup. 1Pe_2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan TELADAN bagimu, supaya kamu MENGIKUTI JEJAK-NYA. Joh 3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Joh 3:36 Barangsiapa PERCAYA kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa TIDAK TAAT kepada Anak, ia TIDAK AKAN MELIHAT HIDUP, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Tuhan memberkati !
Baca Selengkapnya...

Selasa, 25 Juni 2013

Titipan Iklan Bimbingan Belajar

Ini ada juga titipan iklan dari teman :

BIMBEL Semawis Aksara:

TK, SD, SMP, SMA, Semua mata pelajaran, Akuntansi, Bahasa Inggris, Mandarin, Bahasa Jawa, Simpoa, Komputer. Guru bisa datang ke rumah siswa. Hubungi : 024-70577159 / HP. 085640607247



Belajar Musik: Piano, electone, Keyboard, organ, guitar, biola, drum. Guru bisa datang ke rumah siswa. Hubungi Semawis Musik : 024-70577159 / HP. 085640607247

Baca Selengkapnya...

Dijual rumah di perumahan Kampung Semawis Semarang

Ini ada titipan iklan dari teman : Dijual rumah di perumahan Kampung Semawis. LT 90 m2, Full bangunan, ada bonus sisa tanah di belakang cukup luas (2,5 m s/d 2,6 m x 6 m). Bisa KPR. Hub. 024-91262362 / 085640607247 Baca Selengkapnya...

Kamis, 06 Juni 2013

My Paradigm Shifting: Persepuluhan


Wew...hampir setahun saya tidak posting sesuatu disini. Itu karena gabungan dari kesibukan, disorientasi, pergumulan dan lain sebagainya, tentu saja,...(hahaha!). Barusan masuk email dari pasarhosting yang mengingatkan saya untuk memperbaharui langganan hosting blog ini - yang seminggu lagi habis. Email ini mengingatkan saya kembali untuk share sesuatu yang bisa memberkati semuanya dan tentu saja dengan senang hati akan membayar Rp. 100.000,- untuk memperpanjang umur blog ini :)

Tepat kira-kira setahun ini saya mengalami pergeseran paradigma yang cukup fundamental dalam pola pikir atau visi hidup. Beberapa rekan hamba Tuhan seiman (saya sebut saja ya...) seperti Bagus Pramono dari Sarapanpagi.org atau beberapa username pada forumkristen.com telah menjadi saluran berkat bagi saya dalam hal progres perubahan paradigma (istilah kerennya 'paradigm shifting')

Hal pertama mengenai persepuluhan dan hal yang kedua mengenai restorasi struktur, pola dan praktek gereja rumah (Perjanjian Baru) dan hal ketiga mengenai pandangan akhir zaman. Rasa-rasanya akan sangat panjang apabila saya bahas secara mendetail dan menyeluruh. Jadi akan saya tuangkan ide-ide pokok / point-pointnya saja, disertai sumber-sumber pendukungnya. Posting ini akan membahas persepuluhan terlebih dulu. 

Sebelum mengalami 'paradigm shifting' ini saya menyetujui, menjalankan dan mengajarkan paham persepuluhan (wajib) sebagaimana sering digaungkan oleh gereja-gereja kharismatik dan para penginjil kemakmuran. Internet menjadi sarana Tuhan untuk mencerahkan pikiran mengenai pola memberi yang Alkitabiah setelah mempelajari beberapa artikel/bahasan pada sumber-sumber seperti sarapanpagi.org, forumkristen.com, giving2god.com. 

Jadi intinya saya menolak bahwa persepuluhan diwajibkan oleh institusi gereja kepada jemaatnya karena hal itu sangat tidak sesuai dengan kaidah Ordonansi Perjanjian Baru. Itu hanya sesuai untuk Perjanjian Lama. Yesus telah menggenapi dan sekaligus membatalkan semua tuntutan hukum Taurat dan sistem keimamatan Perjanjian Lama (termasuk persepuluhan-jenis apapun). Kita diberkati bukan karena memberikan persepuluhan namun karena kita adalah anak-anakNya yang mengasihi Dia. Kita pun tidak akan dikutuk Allah karena tidak memberikan persepuluhan - sebagai sesuatu yang diwajibkan. Yesus Kristus dan para Rasul serta Kitab Perjanjian Baru tidak satupun yang secara implisit maupun eksplisit memerintahkan persepuluhan. Ada beberapa ayat di Perjanjian Baru "mengenai" persepuluhan. Ayat-ayat ini tidak dimaksudkan sebagai perintah agar jemaat memberikan persepuluhan. Ayat-ayat ini memiliki makna dan tujuan yang berbeda. Silakan lihat pembahasannya di sumber-sumber di bawah ini. 

Saya menyarankan sebelum Sdr berkomentar (jika ada), pahamilah terlebih dulu semua bahasan dan diskusi pada sumber-sumber di bawah ini, sehingga diskusi kita akan lebih nyambung. 


Sumber-sumber : 

http://www.sarapanpagi.org/persepuluhan-vt315.html br /> http://www.sarapanpagi.org/diskusi-persepuluhan-vt2792.html 
http://www.giving2god.com/ 
http://forumkristen.com/index.php?topic=38815.0
Baca Selengkapnya...

Jumat, 20 Juli 2012

Tuhan masih memegang kendali



Ketika segala sesuatu berjalan diluar diluar kendali dan rencana manusia maka kita akan cenderung emosional dan serampangan mengerjakan segala sesuatu. Itulah yang sedang terjadi pada diri saya karena suatu masalah serius yang menimpa orang-orang terdekat saya yang begitu membuat saya shock seperti disambar halilintar rasanya. Saling menyalahkan atau mencari seseorang untuk bisa disalahkan barangkali bisa memuaskan rasa penyesalan saya yang mendalam berkaitan dengan apa yang telah terjadi. Namun rupanya itu hanya bersifat pelarian dan tidak menyelesaikan masalah sehingga saya mengurungkan niat saya dan memilih berpikir logis, menatap masa depan dan melupakan masa lalu.

Maafkan saya jika saya belum dapat menceritakan detil peristiwanya karena masih terlalu dini dan karena menyangkut hal yang terlalu pribadi. Namun suatu saat saya pasti akan menceritakannya, apabila waktu yang tepat tiba, sesuai janji saya disini bahwa dalam blog ini akan saya ceritakan semua yang saya alami sejujur mungkin.

Masalah ini memang cukup mempengaruhi "mood" saya karena masih terasa sangat membekas beberapa hari lalu ketika kabar mengenai masalah itu datang. Bekerja enggak konsen, pelayanan enggak konsen, mau ngapain aja enggak konsen. Namun Roh Kudus mengingatkan bahwa anak-anak dan istri saya itulah yang seharusnya menjadi sukacita dan kekuatan saya. Roh Kudus adalah Penghibur dan Penolong sejati saya dan keluarga merupakan harta milik saya satu-satunya. Rasa memiliki akan mereka dan dipercayai Tuhan akan keluarga kecil ini telah mengembalikan akal sehat dan iman saya, bahwa Tuhan masih memegang kendali atas seluruh hidup keluarga saya, termasuk orang-orang terdekat saya.

Iblis telah berhasil memporak-porandakan salah satu sisi dari kehidupan orang-orang terdekat saya. Perasaan menyesal dan bersalah menyergap saya karena merasa kurang memberi perhatian dan masukan kepada ybs. Perasaan marah dan kecewa juga menyergap Namun satu hal yang pasti, disitu terdapat pelajaran mahal yang telah "diajarkan" ybs agar masalah yang sama tidak terulang kembali pada generasi berikutnya.

Kemudian iman mulai timbul di dalam saya bahwa Iblis bisa saja merancangkan kehancuran dan kecelakaan. Namun Tuhan selalu sanggup mengubahnya untuk menjadi kebaikan bagi ybs. Secara kacamata dunia keadaan ini sangat sulit diterima, namun karena secara posisi "telah kalah" maka memang tidak banyak yang bisa dilakukan selain mengikuti kemana air mengalir.

Rencana dan rancangan Tuhan sangatlah indah dan sempurna bagi anak-anak-Nya. Selama kita benar di hadapan Tuhan, tidak ada satupun yang dapat membatalkannya, termasuk Iblis dan setan.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 11 Juli 2012

Keluarga dan Pelayanan; Haruskah dipertentangkan ?



Jumat pagi 6 Juli si kecil panas badannya. Kami pantau sampai dengan sore rupanya tidak banyak perubahan setelah kami beri obat penurun panas. Bahkan di siang hari sempat mencapai 40 derajat Celcius. Akhirnya jam 19.30 kami pergi ke dokter yang disarankan adik, dr. Subagya (saya tidak tahu ejaan yang tepat), di Rusun Pekunden. Namun setiba disana tutup, libur 2 minggu. Sebelumnya kami sempat menitipkan Joseph, anak pertama kami di rumah neneknya, supaya kami bisa konsen mengurus Dea, si kecil lagipula Joseph pun bisa tetap beristirahat.

Setelah berpikir dan bergumul beberapa saat, kami cukup bingung mau dibawa ke dokter mana? Sebenarnya saya tahu ada beberapa dokter anak yang bagus seperti dr. Eli, dr. Rudy atau dr. Soemantri. Namun bukan karena tidak mau kesana - sehingga akhirnya kami menjatuhkan pilihan di dokter umum RS. Dr. Cipto - namun karena kocek yang terbatas sehingga kami sengaja menghindari dokter spesialis anak yang mahal (khususnya dr. Soemantri) dan lebih memilih ke dokter spesialis anak yang ada di RS. Dr. Cipto yang bertarif separo lebih murah.

Sempat terpikir pulang ke rumah, beri obat penurun panas saja, menunggu sampai besok pagi, lalu dibawa ke RS. Dr. Cipto untuk ikut jadwal periksanya dokter Bambang Sudarmanto yang jam 6 pagi.

Di depan Rusun Pekunden saya menelepon admin RS. Dr. Cipto dan mendapati bahwa dokter Spesialis anak tidak ready untuk malam ini. Yang ada hanya dokter umum. Dokter spesialis anak baru ada besok pagi jam 06.00, yaitu dr. Bambang Sudarmanto.

Dalam perjalanan, sebelum memutuskan ke RS. Dr. Cipto, kami sempat berhenti di jalan karena bingung mau ke dokter mana. Saya berdoa dalam hati, "Tuhan tolong tunjukkan kemana kami harus melangkah". Akhirnya mendekati perempatan Dr. Cipto kami akhirnya putuskan ke RS. Dr. Cipto (kami lewat jalan tersebut karena itulah rute kami biasa pulang).

Namun sebelumnya karena satu arah, jam 20.45 kami sempat mampir ke RS Bersalin Bunda karena berharap mungkin saja masih ada dokter spesialis anak yang buka. Tapi ternyata sudah tutup.

Akhirnya kami lanjutkan ke RS. Dr. Cipto dan saat diperiksa dokter umum, panasnya menunjukkan 41,5 derajat Celcius. Dokter sangat menyarankan supaya Opname. Lalu saya tandatangan kontrak untuk Opname. Saya tunjukkan sample feces yang berlendir, dan dokter itu mengatakan memang ada masalah dengan pencernaannya.



Akhirnya mondok juga si kecil, Dea, anak kedua kami ini. Jam 22.00 saya pulang ke rumah untuk mengambil barang-barang dan perlengkapan untuk istri dan anak sebagai bekal mondok. Hampir 2 jam saya meninggalkan mereka sendiri di RS untuk mempersiapkan bekal.

Secara manusia saya sangat tertekan dan juga mengkhawatirkan keadaan Dea. Apa yang selama ini saya takutkan terjadi, yaitu anak sakit di hari Jumat/Sabtu, yang merupakan hari dimana saya berkonsentrasi untuk pelayanan di gereja.

Pada waktu kelahiran Dea, Tuhan mengabulkan doa saya bahwa ia lahir di hari Selasa, yang merupakan "hari aman", sehingga saya dapat mengatur waktu pelayanan hari Sabtu/Minggu dengan lebih baik.



Namun rupanya kali ini Tuhan mengijinkan anak kami sakit di hari Jumat malam. Hal ini membuat saya berpikir keras bagaimana cara mengatur agar pelayanan saya tetap dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa terganggu dengan aktivitas saya membantu istri yang merawat Dea.

Saya nyatakan doa saya pada Tuhan,

"Tuhan tolonglah supaya Dea segera sembuh, sehingga saya dapat pelayanan dengan tenang. Tolong supaya saya dapat mengatur waktu dan kegiatan sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun yang terbengkelai, baik keluarga maupun pelayanan. Kalau boleh, ijinkan saya "bereksperimen" melalui doa, untuk membuktikan bahwa tidak selamanya ketika harus berjalan diantara pilihan keluarga atau pelayanan, maka harus ada salah satu yang "dikorbankan". Ijinkan aku melihat tanganMu bekerja mengatur semuaNya sedemikian rupa sehingga kedua-duanya dapat saya kerjakan tanpa membengkelaikan yang lain. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin"

Waktu masih menunjukkan pukul 23.45 ketika saya datang ke Rumah sakit membawa bekal-bekal. Rasa khawatir, mengantuk, lelah semuanya bercampur aduk menjadi satu. Jam 00.30 masih menyempatkan ke Indomaret untuk mencarikan beberapa kebutuhan lain. Akhirnya jam satu lebih saya dapat tertidur di lantai, disamping tempat tidur Dea dan istri.

Namun sebelum tidur saya menyempatkan diri mencium dan mendoakan Dea sampai hampir kebablasan ketiduran di sampingnya. Dalam doa setengah ketiduran itu yang saya rasakan hanya ada 3 orang yang hadir disitu: Saya, Dea dan Tuhan. Setengah tersadar dari doa dan ketiduran karena kelelahan, saya merasakan kepastian dan damai sejahtera bahwa Tuhan pasti akan memberi kesembuhan anak saya dan dengan begitu saya dapat tidur dengan tenang. Saya setel dua handphone supaya alarm berbunyi pada Pk. 04.30, untuk menghadiri doa Sabtu pagi jam 05.00 di gereja. Secara manusia memang lelah namun saya menguatkan hati saya bahwa jika saya melakukan bagian saya untuk melayani Tuhan dengan membuka pintu dan menyiapkan doa pagi, maka Tuhanpun akan melakukan bagian-Nya terhadap Dea. Dengan keyakinan ini, saya berangkat mengikuti doa pagi.



Saat Doa pagi terasa hadirat Tuhan sangat nyata buat saya. Hahaha... mungkin inilah cara yang selalu Tuhan tempuh agar kita dekat dengan-Nya, yaitu dengan mengijinkan kesulitan dan masalah terjadi dengan tujuan membangkitkan "sense of God " atau kesadaran akan kehadiran Tuhan. Memang kalau orang Kristen sedang berada dalam masalah, khususnya apabila ia kemudian berdoa sungguh-sungguh, maka Tuhan akan dirasakannya sangat nyata dan hidup, bukankah begitu Bro/Sis? Tanpa terasa air mata mengalir, janji akan kasih setia dan penyertaan Tuhan yang selalu baru setiap pagi sudah cukup meyakinkan saya.

Kami berdua, suami istri sepakat untuk tidak memberitahu siapapun khususnya kepada orang gereja mengenai kabar Dea sakit. Saya ini orangnya paling sungkan dan tidak mau merepotkan orang lain. Lebih baik saya yang repot daripada orang lain yang repot. Meski demikian, saya juga tahu bahwa disisi lain mereka berhak tahu karena merekalah saudara-saudari saya yang sejati dalam Kristus, relasi dengan mereka harusnya lebih erat hubungannya dari saudara kandung. Saya menyadari bahwa mereka seharusnya berhak mengetahui keadaan anak saya, sehat atau sakit. Harusnya tidak ada sesuatu yang disembunyikan dari saudaranya, bukan? Dan harusnya saya juga tidak perlu ragu memberitakan kabar ini agar merekapun dapat mendukung doa.

Namun kali ini saya putuskan untuk tidak memberitahukan kepada mereka. Tak ada yang saya takutkan selain daripada bahwa hal itu akan merepotkan mereka dan apabila mereka sampai tahu kondisi ini maka pelayanan saya akan "terancam" untuk digantikan oleh saudara yang lain, dimana saya tidak ingin merepotkan pelayan Tuhan yang telah bermurah hati menggantikan tugas saya. Iya kalau ia bisa, namun bagaimana jika ternyata tidak ada yang bisa menggantikan tugas saya. Justru ini yang saya hindari. Karena pada intinya saya ingin semua jadwal pelayanan tetap berjalan dengan baik, tanpa terganggu kabar ini, dan semua kebutuhan di rumah sakit tetap dapat saya handle dengan baik pula.

Akhirnya mulai Sabtu pagi keadaan Dea sudah mulai membaik. Panas badannya sudah menurun drastis dan kelihatan telah stabil. Sabtu Jam 6 pagi dr. Bambang mengontrol kesehatan Dea dan mengatakan untung saja Dea tidak step saat panas sangat tinggi mencapai 41,5 derajat Celcius, dan untung tidak masuk ICU. Saya tahu pasti Tuhan yang menjaga kestabilan Dea sehingga tidak step/kejang lalu masuk ICU.



Sepanjang Sabtu siang sementara saya tetap melakukan persiapan-persiapan seperti biasa untuk kebaktian Minggu, saya sangat bersukacita mendengar kemajuan perkembangan kesehatan Dea, yang semakin lincah dan wajahnya mulai berseri, meskipun masih sedikit kembung perutnya. Saya berdoa agar Minggu bisa pulang, sehingga paling tidak minggu sore bisa beribadah bersama-sama. Oleh karenanya apabila ada yang menanyakan istri ada dimana, maka saya menjawab sedang ada keperluan, mungkin nanti sore akan datang. Yahh harapan saya supaya segera sembuh, segera pulang dan tentu segera mengikuti kebaktian sore.

Kemudian saya mengikuti doa dan latihan musik Sabtu malam, menghapalkan bagian saya yaitu keyboard/piano, dlsb. Segera saya bereskan pekerjaan persiapan di gereja, lalu saya bergegas ke rumah sakit untuk menginap disana.

Tepat sebagaimana doa saya, Dokter memberi ijin pulang Minggu siang pukul 01.00, namun akhirnya kepulangan molor sampai dengan Pk. 15.00 karena proses administrasi belum selesai.

Minggu sore tepat pukul 15.45 kami sekeluarga sampai di rumah. Saya bergegas mandi lalu kembali berangkat ke gereja untuk pelayanan sore. Tiba di gereja Pk. 16.15, seperti biasanya.

Puji Tuhan karena Dia-lah yang mengatur segala sesuatu, Dialah yang menyembuhkan anak kami, Dia juga yang mengatur agar pekerjaan Tuhan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Selengkapnya...